Arcawinangun Kitchen

July 3, 2007

Ryokoshimasu…o yasumi…

Filed under: alat bantu di dapur

Karena besok mau berangkat liburan, hari ini lumayan sibuk. Mulai beres-beres pakaian yang mau dibawa, oleh-oleh buat om dan tantenya anak-anak, plus bekal untuk bento di jalan. Sebetulnya bisa beli bento + cemilan di kombini yang pasti banyak di sepanjang perjalanan, tapi berhubung `buntut` semuanya tukang makan, kayaknya lebih enak bekel.
Oh,ya, dapurnya juga libur sampai tanggal 9 besok.
Gambarnya nyusul ya….

May 10, 2007

Kue Ultah Buat My Momi…was …Indahnya Persahabatan di NCC…

Filed under: alat bantu di dapur

Kali ini gak ngomongin resep. Lagi pengen cerita aja…
Tentang indahnya persahabatan, kekuatan cinta yang ada di milis NCC…yes…bravo untuk NCC…
Ceritanya gini,

Mama saya ulang tahun, biasanya dulu waktu masih dekat, selalu menyempatkan datang, kasih bingkisan yang gak seberapa, yang penting Mama ngerasa masih disayangi dan diperhatikan sama anak-anaknya yang nakal-nakal. Kami 5 bersaudara biasanya urunan, beliin kado untuk Mama (Papa). Isinya berkembang, waktu masih belum punya penghasilan sendiri, paling beliin pakaian dalam, black forest mungil. Sesudah pada gawe, meningkat jadi kacamata, jam tangan, hp, tas, sepatu,dll.
Sudah 2 kali ultah Mama terlewat, paling cuma telpon aja kasih selamat.
Kali ini pengen kasih sesuatu yang berkesan, walaupun jauh terpisahkan ribuan mil…
Idenya, kasih kue ultah. Mulai cari info adakah teman milis yang domisili di Ternate…hasilnya imasen…gak ada…
Harap-harap cemas, berdoa, mudah-mudahan pas hari ultahnya Mama nengokin rumah ke Bandung, biar rencana terealisasi . Alhamdulillah, kurang 5 hari, Papa bilang, Mama lagi di Bandung. Ngontak temen-temen milis di Bandung, adakah yang bisa membantu kasih kejutan. Alhamdulillah, akhirnya dapet kontak sama Mbak Susun. Mulailah diskusi antara saya dan “tukang kue” he..he..he… panjang…maklum saya cerewet..he..he banyak maunya…Gomen ne..mbak Susun…
Akhirnya, pas hari H, pagi-pagi banget (takut Mama keburu `maen` ke pasar) Mbak Susun anterin tuh kue ke rumah.

Ini saya copy sebagian isi e mail cerita dari mbak Susun

Pagi jam 7 - an aku berangkat dari rumah sambil membawa email yang berisi clue ke rumah ibu. Alhamdulillah tidak ada kendala berarti, sampai aku kerumah.
Di depan ada yang lagi cuci baju dan ketika kutanya ‘ apa betul ini rumahnya ibunya mb farida ? Di jawab iya betul ( lupa nanya nama ibu).
Tak lama keluarlah ibu. Langsung aku ucapkan selamat dan ibu terkejut.
Aku bilang ‘ Silahkan ibu baca surat ini, Insya Allah ibu akan mengerti’
Ibu tetep keukeuh nanya darimana tahu ultah ibu.
Dibukalah amplop coklat berisi surat dan foto, ibu terkejut dan langsung terharu, sambil menangis ibu bilang ini cucu saya dari anak kedua yang di Jepang. Dipandangi fotonya berkali - kali sambil terharu. Aku yang menyaksikan sibuk menahan airmata haru ( walah ini sambil nulis aja aku masih ingat dan sudah berkaca nih……………..). Kontan aku ingat ibuku sendiri di Kendal sana.

Ibu cerita, tadi bapak nanya Sendai sudah nelp belum, dijawab belum, kok tumben. Ternyata ada kejutan.
Ibu tampak bahagia banget lho…………….

Malam harinya telpon ke Mama…wah…langsung heboh…cerita lagi… “Kok bisa…?” Kok ada foto Mama waktu ke Sendai di kuenya?” bla..bla…
Berikutnya telpon Papa ke Ternate, heboh lagi… Papa bilang “Kata Mama dikirimin kue dari Sendai ya…”
Saya cuma dengerin sambil senyum-senyum.
Berikutnya telpon kakak dan adek yang di Medan…heboh lagi…cerita bla..bla..
Intinya Mama bahagia banget…

Ini kue yang bikin heboh `tiga pulau`

cat : kue dan foto by : http://dapursusun.blogspot.com

Tapi ada satu lagi pertanyaan Mama yang lucu, tapi bikin semangat…
“Ida dah bisa bikin kue kayak gitu…?” Gubraks…saya jawab…”Ya…ntar Ma…belajar dulu…” he..he..he…

April 29, 2007

Edible Cake Untuk Ultahnya Alika

Filed under: alat bantu di dapur

Kemarin tanggal 29 April ultahnya kakak Alika. Sudah lama kepengen bikinin kue ultah pake edible. Habis, penasara…n banget pengen tau yang namanya edible.
Nah, kebeneran Omnya Lika yang di Kobe awal April kemarin pulang ke tanah air, wah kebeneran banget nih bisa titip edible, pewarna dan bahan kue lainnya (makasih ya Lik Trika…)
Singkat cerita, saya kontak deh mbak Vita. Mbak Vita nih temen di milis masak (belum pernah ketemu langsung sih he..he..mudah-mudahan lain waktu ya mbak Vita…). Diajeng ini nih yang saya tau sebagai ratunya edible image di NCC sejak 2 tahun yang lalu.
Saya pilih tokoh Love and Berry, secara Alika sama adeknya seneng baget sama animasi ini. Hampir 1 tahun ini tokoh Rabu and Berry jadi idola gadis2 cilik di Jepang, gak terkecuali Alika sama adeknya Dila.
Sesudah menempuh perjalanan yang sangat juauh (Jakarta-Blora-Jakarta-Tokyo-Kobe-Sendai hi..hi..hi..), sampailah beberapa lembar edible image pesenanku.
Selanjutnya, cari-cari referensi bikin hiasannya, maklum pemula abiss, kembali ngobok-ngobok Member Corner (oh….thanks banget deh buat NCC). Banyak kepengen sih, apadaya waktu dan juga kemampuan yang masih cetek banget ha..ha..ha..jadilah my first cake with edible untuk gadis cilikku.
Bikin cake coklat ukuran 20, pdikasih filling apricot, ditutup buttercream.
Nah, kebeneran lagi ibu2 pengajian di Sendai plus keluarga ngadain acara main bareng ke Michinoku koen pas hari ultahnya, yah sekalian deh nebeng, biar rame (pokoknya judulnya serba kebetulan deh).
Waktu bangun tidur (pagi banget nih, habis harus siap-siap biar gak ketinggalan rombongan) Alika surprise banget liat ada dia plus `idolanya` di atas cake. Cake yang udah dimasukin ke dus bolak-balik diintipin terus.

Sampai di Michinoku Koen kita gelaran dan mulai deh buka2 bawaan bento masing-masing. Sebelum makan siang, potong kue dulu, gak ada tiup lilin, habis gak ada korek api buat nyalain lilinnya. Terus Alika bagi- bagi cookies hias yang sudah disiapin jauh hari sebelumnya, buat temen-temennya. Bagi-bagi kue buat semuanya.
Hi..hi..hi.. kuenya dah hancur dalam perjalanan naik bus,

Kesimpulannya Alika seneng banget, waktu malam mo tidur, dia sempat bilang,” Bu o tanjoubi tanoshikatta”.

Oh ya, ini cakenya:

March 29, 2007

Food Processor

Filed under: alat bantu di dapur

Sewaktu tinggal di tanah air, belum pernah kenal dengan alat ini. Cuma kenal namanya saja dari buku dan media kuliner. Sesudah merantau sementara, tanpa ada `si mbak` yang bantu -bantu di dapur, rasanya alat ini sangat berguna.
Yap, Food Processor (FP) ini barang wajib yang ada di rumah. Kenapa wajib? Ya karena fungsinya yang macam-macam. Misal, kepengen bakso, harus bikin sendirikan….nah harus pake si FP ini.
Nah, kemaren teman-teman milis banyak yang japri nanyain FP ini, biar komplit, sekalian aja saya rangkumkan seluk-beluk FP.

Sebelumnya perlu dibedakan antara Blender, Food Processor dan Multi Cutter.
Blender tidak bisa memproses bahan kering saja, harus dibantu dengan bahan cair (kecuali yang dilengkapi dengan grinder).
Food Processor bisa memproses bahan kering saja (tanpa bantuan cairan), tapi hasilnya tidak selembut blender.
Multi Cutter, mencakup blender dan food processor, bahkan ditambah dengan juicer.

Multicutter terdiri dari : Food Processor,Blender dan Juicer

Ada beberapa hal perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli FP (karena harganya yang lumayan) diantaranya :
1. Apakah anda sering memasak
2. Apakah sering memasak untuk jumlah besar

Kalau jawabannya iya, bisa dipertimbangkan untuk membeli FP sesuai dengan budget dan model yang diperlukan. Kalau jarang memasak, apalagi dalam jumlah besar, sepertinya FP tidak terlalu berguna, kecuali memang ingin untuk koleksi .
Kalau jarang masak, tapi suka sekali membuat penganan yang membutuhkan menggiling dan menghancurkan daging ,ikan atau sejenisnya, bisa dipertimbangkan untuk membeli FP yang sederhana, yaitu cukup untuk menggiling saja.

Karena merk dan harga FP yang sangat bervariasi, harus jeli dalam memilih. Yang perlu diperhatikan :

1. Kapasitas yang anda butuhkan
Kapasitas FP bervariasi, mulai dari kurang dari 5 cup (mini processor ), 6 sampai 11 cup ( mid size processor), dan yang bigsize/profesional sampai dengan 20 cup. Semakin besar kapasitasnya, semakin banyak pula pekerjaan yang bisa dilakukan .Yang perlu diingat, cairan yang bisa dimasukkan ke dalam mangkok (bowl) hanya separuh dari kapasitas bahan kering.
Untuk yang mini processor pekerjaan yang ditawarkan biasanya hanya melumatkan bumbu seperti bawang, jahe, laos dsb.
Mid processor cocok untuk pemakaian rumah tangga (baca: masak sehari-hari), fungsi yang ditawarkan selain untuk menghaluskan bumbu, juga bisa untuk menghaluskan daging,ikan, kacang-kacangan, dan memotong dan mengiris sayuran.
Profesional biasanya selain kapasitasnya yang besar , ditambah pula kemampuan mengaduk adonan roti. Walaupun harga yang ditawarkan sangat mahal, tapi biasanya mereka memberikan garansi yang cukup lama untuk peralatan dan motornya. Misal merk Cuisinart memberikan masa garansi sampai 3 tahun untuk peralatannya dan 5 tahun untuk motornya, bandingkan dengan merk mid FP yang rata2 memberikan garansi hanya 1 tahun, bahkan ada yang tanpa garansi.

Food Processor Profesional, kapasitas besar dan bodinya yang lumayan berat

2. Kekuatan mesin / power
Semakin besar powernya (termasuk di sini juga liatrik yang diperlukan), semakin mahal pula harganya. Mer-merk tertentu yang terkenal mahal biasanya memang menjanjikan, karena power yang lebih mantap, dia bisa mengerjakan pekerjaan yang `cukup berat` seperti memproses dalam jumlah yang lebih besar dan lebih lama. Jadi sekali lagi, tentukan dulu kebutuhan untuk memiliki FP ini untuk mengolah apa.

3. Kegunaan/ Fungsi yang ditawarkan
Ini yang paling penting (menurut saya lo…). Fungsi ini berkaitan dengan kelengkapan alat yang disedikan FP.
Biasanya yang model standar terdiri dari motor, mangkok plus tutup , pisau, dan sendok pengaduk.
Pisau ini biasanya untuk menggiling baik bumbu, daging/ikan atau hanya sekedar untuk mencampur adonan agar homogen

Food Processor standar terdiri dari motor, bowl dan pisau

Kalau yang lebih lengkap lagi, biasanya ditambah dengan piring untuk memotong dan mengiris sayuran. Dengan menggunakan piring pemotong, sayuran dapat dipotong model korek api, iris tipis, menghancurkan roti menjadi tepung roti, dsb (tergantung piring pemotong yang disediakan)
Ada juga yang dilengkapi dengan pisau untuk membuat adonan dough (roti). Pisau untuk dough biasanya berbahan plastik (baca: bukan logam).
Bahkan model tertentu ada pula yang dilengkapi dengan pisau/karet untuk membuat adonan ice cream.


Peralatan FP yang lengkap terdiri dari pisau pemotong, pisau dough, piring pemotong dan kakinya, spatula

Jadi, membeli Food Processor harus sesuai dengan kebutuhan agar tidak mubazir. Satu lagi, jangan lupa untuk membaca manual book atau melihat video peraga (bila tersedia).

February 8, 2007

Donat

Filed under: alat bantu di dapur

Sampai saat ini belum ketemu juga sama resep donat yang lembut, padahal anak-anak suka sekali sama donat.
Resep ini lumayanlah diantara resep lain yang dah pernah dicoba.

Donat
(sumber: “Roti” by Manfred Lange & Bogasari Baking Center)

Bahan:
700 g tepung terigu protein tinggi
300 gr tepung terigu serba guna
120 g gula pasir
40 g susu bubuk
15 g ragi instan
15 gr garam
15 gr baking powder
1 g vanili bubuk
100 g telur
440 ml air
150 g margarin
Cara:
1. Campur tepung terigu, gula, susu, ragi, baking powder dan vanili dalam mangkuk mikser, aduk hingga rata. Tambahkan telur, air, dan margarine, uleni hingga adonan kalis. Bulatkan adonan, diamkan hingga mengembang selama 10 menit.
2. Kempiskan adonan dengan cara ditinju. Timbang masing-masing adonan seberat 50 g dan bulatkan. Diamkan kembali selama 15 menit.
3. Taruh adonan dalam loyang bertabur tepung, tekan masing-masing adonan supaya agak pipih. Lalu cetak masing-masing adonan dengan cetakan donat , diamkan lagi 30 menit.
4. Goreng dan beri topping setelah dingin

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com