Tongseng kambing
Berhubung hari raya Idul Adha, ada daging kambing. Baru pertama kali ini mau ngolah daging kambing, demi menyenangkan hati ayah ni… Biasanya kalau ayah lagi pengen kambing, pergi sendiri ke tukang sate langganannya di Kombas.
Karena terlalu banyak untuk orang rumah, ambil 500 gram aja, sisanya bagiin lagi buat mbaknya anak-anak,mbak salon langgananku, tukang rujak langganan dll
Untung yang motong kambingnya jago, jadi gak bau prengus. Pesan dari pemotongnya, jangan dicuci, langsung dimasak dan jangan didiamkan (maksudnya dalam waktu 1 jam harus sudah dimasak gitu…).
Si ayah dah bolak-balik nengok ke dapur sambil nelen ludah (he..he..hiperbola), udah mateng apa belum pesenannya. Sempet juga si ayah dimintai tolong metik daun jeruk punya tetangga, he..he..apa aja kayaknya dilakuin ayah deh, asal tongsengnya jadi.
Pas mateng dicicipin, enak lo… saya yang gak suka daging kambing (karena aromanya) lumayan bisa menikmati.

Btw, si ayah bilang,”ini tongseng atau gule?”
Walah, saya sendiri gak tau, ini tongseng atau gule ya…
Tapi karena dicemplungin kol, ya harus jadi tongseng to…
TONGSENG KAMBING
Bahan:
500 gr daging kambing segar
1 liter santan encer (encer banget ya)
1 batang serai
seiris laos
2 cengkeh
1 kapulaga (kl suka)
3 lembar daun jeruk
kol secukupnya
2 tomat besar, iris-iris membujur
air jeruk nipis
kalau pengen lebih pedes, tambah cabe rawit utuh
Bumbu:
8 bawang merah, iris
5 cabe keriting
4 bawang putih
2 cm kunyit
3 butir kemiri
1/2 sdt ketumbar
1/2 sdt jintan
merica
Tumis bawang merah sampai kuning, masukkin bumbu halus, tumis sampai wangi.
Masukkan daging dan semua bumbu, aduk sampai daging berubah warna
Tuang santan, aduk-aduk sampai mendidih.
Masak terus sampai daging empuk.
Sajikan dengan taburan bawang goreng.
