Arcawinangun Kitchen

May 22, 2007

Variasi Meron Pan

Filed under: roti

Coba-coba bikin meron pan lagi. Kali ini sebagian diberi pasta pandan dan toppingnya dibuat lebih lembek dari sebelumnya dan disemprot pakai piping bag. Masih belum mirip dengan yang dijual di suupa, belum lagi manggangnya kurang cantik, soalnya Kazi dah gak bisa ditinggal - tinggal.
Memanfaatkan buku pemberian Marcie san, coba-coba bikin variasi bentuk lain
Isinya dikasih keju, coklat blok dan blueberry jam buatan ibunya Marcie san, (arigatou Marcie san no okaasan no tameni) …he..he..bener gak Nihonggo saya Marcie san?


diisi blueberry jam


lumayan ya…


mirip melon? melon gosong kali ya…

Resep rotinya masih pakai resep meron pan yg sebelumnya.
Pasta pandan diteteskan saat menguleni adonan, sedikit -sedikit sampai dapat warna hijau yang pas.

May 18, 2007

Ikan Woku

Olahan ikan yang sudah jadi faforit di rumah. Biasa bikin tanpa kemangi, tapi karena ada oleh-oleh kinome happa, dicemplungin deh…mayan mirip lah.
Makannya gak mo berenti….
Pilih ikan yang berdaging tebal seperti tuna (katsuo)

Ikan masak Woku

Bahan :
1 kg ikan (kurleb nih..lupa gak ditimbang kemaren
1 buah tomat masak yg besar (pilih yg masih keras), potong kasar
daun bawang, potong 1 cm
kemangi petiki — kinome happa,
cabe rawit utuh

Bumbu ulek:
1 /2 butir bombay yg besar
kunyit
cabe — selera, enaknya sih agak pedes
2 butir kemiri (optional)
garam

Bumbu iris:
10 lbr daun jeruk
2 btg serai
jahe

Cara:
1. Siangi ikan, lumuri jeruk lemon, diamkan 10 menit
2. Tumis bumbu ulek dan bumbu iris sampai harum, masukkan tomat dan cabe rawit, aduk rata
3. Masukkan ikan dan air sedikit kalau ingin ada kuahnya. Masak dengan api kecil sampai ikan matang.
4. Masukkan daun bawang dan kemangi sesaat sebelum ikan diangkat.

May 17, 2007

Kinomeno Happa

Filed under: tabemono & kudamono

Oleh-oleh dari teman beberapa hari yang lalu.
Digunakan dalam masakan Jepang hanya untuk diambil aromanya saja.
Menurut saya wanginya mirip daun kemangi, rasanyapun mirip tapi tidak sekuat kemangi.
Oleh teman saya tadi biasa digunakan untuk menggantikan daun jeruk pada resep-resep Indonesia.
Rencananya mo dipake bikin ikan masak woku besok-besok he..he..

Inilah penampakannya:

May 11, 2007

Meron Pan “Topi Manis”

Waktu berkunjung ke blognya Marcie san , saya tertarik dengan postingannya tentang Meron Pan. Beliau sudah berusaha menjelaskan dan menuliskan resepnya dgn bahasa Indonesia, tapi karena keterbatasan saya dan beliau, tetap aja gak mudeng-mudeng he..he..
Akhirnya beliau berkenan ngajarin saya bikin roti ini.
Kemaren pagi Marcie san dan Kanako san sebagai penterjemah (arigatou Kanako san…) kita bertiga praktek bikin roti ini.
Biar gak kepanjangan ceritanya ini lah penampakan dan resepnya…

MERON PAN

ISI — roti

Bahan Isi :

40 gram butter
30 gram gula pasir
1 butir telur
1 sdt (5cc) garam
260 ml susu cair (hangat suhu 40 derajat)
2 sdt (6 gr) yeast
400 gram tepung protein tinggi

Cara:
1. Mentega, garam, gula dan telur campur jadi satu, aduk pakai whisk sampai homogen.
2. Masukkan susu, aduk kembali sampai rata
3. Masukkan yeast dan terigu, aduk pakai sendok kayu, asal saja tidak perlu sampai rata betul.
4. Tutup plastik wrap dan diamkan 10 menit
5. Buka adonan, mulai uleni adonan sampai kalis (kurleb 15 menit), diamkan 1 jam – Siapkan “topinya”
6. Kempiskan adonan, potong menjadi 18 bagian
7. Bulatkan masing2 adonan dgn cara dilipat-ke dalam sampai berbentuk bulat dan permukaannya mulus, diamkan kembali 20 menit (isi kl mau)
Cat :
- Kalau mau lebih ringan saat mengulennya, masukkan adonan ke klkas kurleb 7 jam (satu malam), baru uleni.

- Adonan roti bisa diinapkan di kulkas. Cara, sesudah adonan kalis, langsung bungkus plastik wrap (tidak perlu dikembangkan dulu), masukkan ke kantong plastik (kantong plastiknya pastikan cukup kuat, kl ragu bisa didobel sampai 5 kali), ikat yang rapat. Adonan akan mengeluarkan gas selama di kulkas (kantong berisi roti akan menggelembung). Langsung potong-potong adonan sebesar yg diinginkan, tidak perlu step “mengempiskan adonan”

-Bisa diberi isian, missal selai, coklat, keju dll

TOPI

Bahan Topi:

80 gr gula
1 butir telur
100 gram mentega (suhu ruang)
220 gr tepung protein sedang
2 / 3 sdt baking powder
vanilla essence (optional)
Taburan :
Gula kastor/chocho chip

Cara:
1. Masukkan gula dan telur dalam mangkok, aduk pakai spatula sampai gula larut sedikit
2. Masukkan mentega, aduk sampai menjadi larutan yang homogen (biar gampang mentega jgn dlm keadaan beku) aduk pakai whisk
3. Di tempat lain, campurkan terigu dan baking powder, ayak.
4. Masukkan adonan 2 ke campuran tepung, aduk-aduk pakai centong kayu sampai seperti adonan kuker,pipihkan bentuk memanjang, bungkus plastik wrap dan masukkan kulkas 20 menit (sampai adonan tidak lagi lengket di tangan)
5. Potong menjadi 18 bgian, bulatkan, tipiskan, tutupkan ke atas adonan roti (menjadi topinya).
6. Kerat2 bagian `topi` hingga terbentuk kotak2, beri taburan
7. Panggang

Rasanya enak…lembut….

May 10, 2007

Kue Ultah Buat My Momi…was …Indahnya Persahabatan di NCC…

Filed under: alat bantu di dapur

Kali ini gak ngomongin resep. Lagi pengen cerita aja…
Tentang indahnya persahabatan, kekuatan cinta yang ada di milis NCC…yes…bravo untuk NCC…
Ceritanya gini,

Mama saya ulang tahun, biasanya dulu waktu masih dekat, selalu menyempatkan datang, kasih bingkisan yang gak seberapa, yang penting Mama ngerasa masih disayangi dan diperhatikan sama anak-anaknya yang nakal-nakal. Kami 5 bersaudara biasanya urunan, beliin kado untuk Mama (Papa). Isinya berkembang, waktu masih belum punya penghasilan sendiri, paling beliin pakaian dalam, black forest mungil. Sesudah pada gawe, meningkat jadi kacamata, jam tangan, hp, tas, sepatu,dll.
Sudah 2 kali ultah Mama terlewat, paling cuma telpon aja kasih selamat.
Kali ini pengen kasih sesuatu yang berkesan, walaupun jauh terpisahkan ribuan mil…
Idenya, kasih kue ultah. Mulai cari info adakah teman milis yang domisili di Ternate…hasilnya imasen…gak ada…
Harap-harap cemas, berdoa, mudah-mudahan pas hari ultahnya Mama nengokin rumah ke Bandung, biar rencana terealisasi . Alhamdulillah, kurang 5 hari, Papa bilang, Mama lagi di Bandung. Ngontak temen-temen milis di Bandung, adakah yang bisa membantu kasih kejutan. Alhamdulillah, akhirnya dapet kontak sama Mbak Susun. Mulailah diskusi antara saya dan “tukang kue” he..he..he… panjang…maklum saya cerewet..he..he banyak maunya…Gomen ne..mbak Susun…
Akhirnya, pas hari H, pagi-pagi banget (takut Mama keburu `maen` ke pasar) Mbak Susun anterin tuh kue ke rumah.

Ini saya copy sebagian isi e mail cerita dari mbak Susun

Pagi jam 7 - an aku berangkat dari rumah sambil membawa email yang berisi clue ke rumah ibu. Alhamdulillah tidak ada kendala berarti, sampai aku kerumah.
Di depan ada yang lagi cuci baju dan ketika kutanya ‘ apa betul ini rumahnya ibunya mb farida ? Di jawab iya betul ( lupa nanya nama ibu).
Tak lama keluarlah ibu. Langsung aku ucapkan selamat dan ibu terkejut.
Aku bilang ‘ Silahkan ibu baca surat ini, Insya Allah ibu akan mengerti’
Ibu tetep keukeuh nanya darimana tahu ultah ibu.
Dibukalah amplop coklat berisi surat dan foto, ibu terkejut dan langsung terharu, sambil menangis ibu bilang ini cucu saya dari anak kedua yang di Jepang. Dipandangi fotonya berkali - kali sambil terharu. Aku yang menyaksikan sibuk menahan airmata haru ( walah ini sambil nulis aja aku masih ingat dan sudah berkaca nih……………..). Kontan aku ingat ibuku sendiri di Kendal sana.

Ibu cerita, tadi bapak nanya Sendai sudah nelp belum, dijawab belum, kok tumben. Ternyata ada kejutan.
Ibu tampak bahagia banget lho…………….

Malam harinya telpon ke Mama…wah…langsung heboh…cerita lagi… “Kok bisa…?” Kok ada foto Mama waktu ke Sendai di kuenya?” bla..bla…
Berikutnya telpon Papa ke Ternate, heboh lagi… Papa bilang “Kata Mama dikirimin kue dari Sendai ya…”
Saya cuma dengerin sambil senyum-senyum.
Berikutnya telpon kakak dan adek yang di Medan…heboh lagi…cerita bla..bla..
Intinya Mama bahagia banget…

Ini kue yang bikin heboh `tiga pulau`

cat : kue dan foto by : http://dapursusun.blogspot.com

Tapi ada satu lagi pertanyaan Mama yang lucu, tapi bikin semangat…
“Ida dah bisa bikin kue kayak gitu…?” Gubraks…saya jawab…”Ya…ntar Ma…belajar dulu…” he..he..he…

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com